Rabu, 09 Juni 2021

Kurikulum

 

Nama              : Salsabila
Nim                 : 11901229
Kelas               : 4 C
Mata Kuliyah : Magang 1

 

KURIKULUM

    A.            Pengertian Kurikulum

Yunani berasal dari bahasa Yunani, yaitu cucere yang berubah menjadi kata benda curriculum. Jamaknya kurikulum pertama kali dipakai dalam dunia atletik. Di dalam dunia atletik, kurikulum diartikan (a race course, a place for running a chariot ) yang berarti Suatu jarak untuk perlombaan yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Sedangkan a chariot diartikan semacam kereta pacu pada zaman dahulu, yakni suatu alat yang membawa seseorang dari start sampai finish.

Kurikulum dipakai juga dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan, kurikulum mempunyai arti sebagai berikut:

a.       Kurikulum Dalam Arti Sempit Atau Tradisional

Kurikulum sebagai (a course, esp. A specific fixed course of study, as in school or college, as one leading to a degree) yang artinya kurikulum sebagai sejumlah mata pelajaran disekolah atau di perguruan tinggi yang harus ditempuh untuk mendapatkan ijazah dan naik tingkat. Carter V. Good mengemukakan pengertian kurikulum ialah sekumpulan mata pelajaran yang bersifat sistematis yang diperlukan untuk lulus atau mendapatkan ijazah dalam bidang studi pokok tertentu.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan, kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang disajikan guru kepada siswa untuk mendapatkan ijazah atau naik tingkat. Pengertian kurikulum ini, saat sekarang, sama dengan “rencana pelajaran di sekolah, yang disajikan guru kepada murid.”

 

b.      Kurikulum Dalam Arti Luas Atau Modern

Kurikulum mempunyai cakupan pengertian yang lebih luas dalam pengertian ini, jadi bukan sekedar sejumlah mata pelajaran. Ronald Doll mengemukakan bahwa kurikulum adalah meliputi semua pengalaman yang disajikan kepada murid dibawah bantuan atau bimbingan sekolah. Horald Spears memberi batasan kurikulum, bahwa kurikulum tersusun dari semua mengalaman murid yang bersifat aktual dibawah bimbingan sekolah, mata pelajaran yang ada hanya sebagian kecil dari program kurikulum.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan, kurikulum adalah semua pengalaman, kegiatan, dan pengetahuan murid dibawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau guru.

Pengertian kurikulum ini memberikan implikasi pada program sekolah bahwa semua kegiatan yang dilakukan murid dapat memberikan pengalaman belajar. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat meliputi kegiatan didalam kelas. Misalnya, kegiatan dalam mengikuti proses belajar mengajar (tatap muka), praktek keterampilan, dan sejenisnya, atau kegiatan diluar kelas, seperti kegiatan pramuka, wisata karya, kunjungan ketempat-tempat wisata /sejarah, peringatan hari-hari besar nasional dan keagamaan, dan sejenisnya.

 

     B.            Asas-Asas Kurukulum

Asas merupakan prinsip dasar atau landasan  pijakan kurikulum. Dengan adanya asas, kurikulum mempunyai kerangka yang jelas untuk mencapai tujuan pendidikan. Asas- asas kurikulum cukup kompleks dan mengandung hal-hal yang saling bertentangan, sehingga harus diadakan pilihan. Tiap kurikulum didasarkan atas asas-asas tertentu, yaitu:

a.       Asas Filosofis

Filsafat sering disebut sebagai mother of knowledge, karena filsafat sangat penting dalam setiap ilmu, tanpa terkecuali kurikulum. Filsafat dapt diartikan sebagai upaya berfikir sedalam-dalam nya, yakni sampai ke akar-akarnya tentang hakikat sesuatu. Secara akademik, filsafat yaitu upaya menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang bersifat sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamnya.

Filsafat membahas permasalahan yang dihadapi manusia, termasuk masalah-masalah pendidikan yang biasa disebut dengan filsafat pendidikan. Menurut Ronald Butler, filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan, sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan pertimbangan filosofis.

Pertamyaan-pertanyaan seperti “Pendidikan berintikan interaksi manusia terurama antara pendidik dan yang terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan, siapa pendidik dan siapa terdidik, apa isi pendidik dan bagaimana proses interaksi pendidik. Merupakan pertanyaan yang harus dijawab secara mendasar, tidak ada jawaban yang tepat kecuali yang esensial dan filosofis.

 

b.      Asas Sosiologis

Menyiapkan anak untuk kehidupan dalam bermasyarakat, termasuk dalam pendidikan, jadi tidak semua pendidikan hanya untuk pendidikan. Sebagaimana diketahui, bahwa sosiologi merupakan landasan yang berhubungan dengan institusi pendidikan dan masyarakat. Sebagai generasi muda perlu mengenal dan memahami apa yang ada dalam masyarakat, memiliki kecakapan-kecakapan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat, baik secara warga maupun karyawan.

Dari segi sosiologis sistem pendidikan serta lembaga-lembaga pendidikan di dalamnya sebagai badan yang berfungsi bagi kepentingan masyarakat sebagai berikut:

1)      Mengadakan perbaikan atau perombakan sosial.

2)      Mempertahankan kebebasan akademis dan kebebasan mengadakan penelitian ilmiah.

3)      Mendukung dan turut memberi sumbangan kepada pembangunan nasional.

4)      Menyampaikan kebudayaan dan nilai-nilai tradisional serta mempertahankan status quo.

5)      Mewujudkan revolusi sosial untuk melenyapkan pengaruh pemerintah terdahulu.

6)      Mengarahkan dan mendisiplinkan jalan pikiran generasi muda.

7)      Mendorong dan mempercepat laju kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

8)      Mendidik generasi muda menjadi warga Negara nasional dan warga dunia.

9)      Membangun ktrampilan dasar yang bertalian dengan mata pencarian.

Masyarakat merupakan suatu faktor yang begitu penting dalam pengembang kurikulum, maka masyarakat tidak dapat diabaikan begitu saja. Sebab itu landasan sangat dipentingkan.

c.       Asas Psikologis

Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar individu manusia, yaitu antar peserta disik dengan orang-orang yang lainnya, seperti guru atau dosen, kepala sekolah atau dekan dan sebagainya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, karena kondisi psikologisnya.

Kondisi psikologis manusia jauh lebih kompleks dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko fisik seseorang sebagai individu, yang dinyatakan dalam berbagai bentuk prilaku dalam interaksi dengan lingkungannya. Prilaku tersebut merupakan manifestasi dan ciri-ciri kehidupannya, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, prilaku kognitif, afektif dan psikomotorik.

Ada 2 bidang psikologi yang mendasari kurikulum, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Keduanya sangat diperlukan dalam memilih, menerapkan metode pembelajaran serta tehnik-tehnik penilaian.

1)      Psikologi Perkembangan

Psikologi perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa pertemuan sperma dengan sel telur sampai dengan dewasa yang disebut masa Konsepsi. Dapat dilihat, bahwasanya psikologi perkembangan terkait dengan perkembangan anak atau peserta didik, juga termasuk di dalamnya adalah minat peserta didik. Dengan memperhatikan hal-hal itulah, kurikulum disusun agar lebih mudah diterima.

2)      Psikologi Belajar

Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar. Secara sederhana, belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. Segala bentuk perubahan tingkah laku baik yang berbentuk kognitif, afektif, dan psikomotorik yang terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku belajar.

Belajar adalah suatu proses yang sangat kompleks dan pelik, oleh sebab itu, maka timbul lah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian antara satu sama lainnya.

Pada dasarnya setiap teori belajar mempunyai kebenaran. Tetapi tidak memungkinkan sebuah teori dapat memberikan gambaran yang gamblang mengenai proses pendidikan yang termudah sampai yang paling pelik mengenai proses belajar.

Teori belajar menjadi dasar bagi proses belajar-mengajar. Dengan demikian ada hubungan antara kurikulum dan psikologi belajar serta psikologi perkembangan.

 

d.      Asas Organisatoris

Asas ini berkenaan dengan masalah, dalam bentuk dan bagaimana bahan pelajaran akan disajikan. Ada beberapa kriteria dalam penentuan kurikulum yakni kegunaan kurikulum dalam menafsirkan, memahami, dan menilai kehidupan, memuaskan minat dan kebutuhan peserta didik, mengembangkan kemampuan, sikap dan sebagainya yang dipandang bermanfaat serta sesuai dengan bidang dan mata pelajaran tertentu. Dalam organisasi kurikulum ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, yakni scope atau yang disebut juga dengan ruang lingkup, yakni keseluruhan materi pelajaran dan pengalaman yang akan diberikan dari suatu bidang studi mata pelajaran. Urutan penyusunan bahan pelajaran atau disebut dengan sequence, yaitu penyusunan bahan pelajaran menurut aturan tertentu secara berurutan dan sistematis. Terakhir adalah penempatan bahan atau disebut dengan grade plecement, yaitu penempatan suatu atau beberapa bahan pelajaran untuk kelas tertentu. Seperti apa kurikulum yang dipilih oleh sebuah instansi pendidikan sangat tergantung pada asas-asas diatas, karena setiap institusi mempunyai visi dan misi tersendiri.

 

    C.            Konsep Kurikulum

Konsep Kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan, juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. Menurut pandangan lama, kurikulum merupakan kumpulan mata-mata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari siswa. Anggapan ini telah ada sejak zaman Yunani kuno, dalam lingkungan atau hubungan tertentu pandangan ini masih dipakai sampai sekarang, yaitu kurikulum sebagai “... a racecource of subject matters to be mastered”. Kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran.

Pendapat-pendapat yang muncul selanjutnya telah beralih dari menekankan pada isi menjadi lebih memberikan tekanan pada pengalaman belajar. Kurikulum tidak hanya menunjukkan adanya perubahan lingkup, dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas. Apa yang dimaksud dengan pengalaman siswa yang diarahkan atau menjadi tanggung jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas. Pengalaman tersebut dapat berlangsung disekolah, dirumah ataupun dimasyarakat, bersama guru atau tanpa guru, berkenaan langsung dengan pelajaran ataupun tidak. Definisi tersebut juga mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut serta berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalamn tersebut serta berbagai fasilitas yang mendukungnya

Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum curriculum plan yang berarti sebagai rencana, dengan functioning curriculum yang berarti kurikulum yang fungsional. Suatu kurikulum, apakah itu kurikulum pendidikan dasar, pendidikan menengah atau pendidikan tinggi; kurikulum sekolah umum, kejuruan, dan lain-lain merupakan perwujudan atau penerapan teori-teori kurikulum. Teori-teori tersebut merupakan hasil pengkajian, penelitian, dan pengembangan para ahli kurikulum. Kumpulan teori-teori kurikulum membentuk suatu ilmu atau bidang studi kurikulum. Bidang cakupan teori atau bidang studi kurikulum meliputi: konsep kurikulum, penentuan kurikulum, pengembangan kurikulum, desain kurikulum, implementasi dan evaluasi kurikulum.

Selain sebagai bidang studi, kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. Kurikulum sebagai suatu rencana pengajaran, berisi tujuan yang ingin dicapai, bahan yang akan disajikan, kegiatan pengajaran, alat-alat pengajaran dan jadwal waktu pengajaran. Sebagai suatu sistem, kurikulum merupakan bagian atau subsistem dari keseluruhan kerangka organisasi sekolah atau sistem sekolah. Kurikulum sebagai suatu sistem menyangkut penentuan segala kebijakan tentang kurikulum, susunan personalia dan prosedur pengembangan kurikulum, penerapan, evaluasi, dan penyempurnaannya. Fungsi utama sistem kurikulum adalah dalam pengembangan, penerapan, evaluasi, dan penyempurnaannya, baik sebagai dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://digilib.uinsby.ac.id/10891/6/bab2.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar