Nama : Salsabila
Nim : 11901229
Kelas : 4 C
Mata Kuliyah : Magang 1
MANAJEMEN
KELAS
A.
Pengertian
Manajemen Kelas
Manajemen merupakan
terjemahan dari kata “Pengelolaan”. Karena terbawa oleh derasnya arus
penambahan kata pungut kedalam Bahasa Indonesia, maka istilah Inggris tersebut
kemudian di Indonesiakan menjadi “Manajemen“. (Hadari Nawawi, 2000 :116) Arti
dari manajemen adalah pengelolaan, penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaan
sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan.
Maka, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan atau manajemen adalah penyelenggaraan
atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar,
efektif dan efisien.
Sebelum kita
membahas tentang manajemen kelas, alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu
apa pengertian dari pada kelas itu sendiri. Didalam Didaktik terkandung suatu
pengertian umum mengenai kelas, yaitu sekelompok siswa pada waktu yang sama
menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Sedangkan kelas menurut
pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu pandangan dari segi
fisik dan pandangan dari segi siswa.
Disamping itu,
Hadari Nawawi juga memandang kelas dari dua sudut, yakni :
a.
Kelas dalam
pengertian tradisional, mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk
pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara lain berdasarkan
pada batas umur kronologis masing-masing. Contoh nya di Kelas dalam arti sempit : Ruangan yang
dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti
proses belajar mengajar
b.
Kelas dalam
arti luas: suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat
sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara
dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai
suatu tujuan.
Jadi,
dapat diambil kesimpulan bahwa kelas diartikan sebagai ruangan belajar atau kelompok
belajar, yang dibatasi oleh empat dinding atau tempat peserta didik belajar,
dan tingkatan. Ia juga dapat dipandang sebagai kegiatan belajar yang diberikan
oleh guru dalam suatu tempat, ruangan, tingkat dan waktu tertentu.
Pada
tahun 1960 merupakan perubahan dalam konsep-konsep manajemen kelas, manajemen
yang dianggap sebagai ilmu atau lebih tepatnya melakukan penanganan masalah
perilaku peserta didik. Penting untuk membuat batasan konsep manajemen
kelas yang cukup jelas berdampak pada proses pembelajaran. Banyak peneliti
percaya bahwa manajemen kelas sesuatu yang berbeda dari mengendalikan perilaku
peserta didik. Ada beberapa definisi manajemen kelas yang diterima. Dalam
mengelola kelas bukan erarti mengontrol Pada tahun 1960 merupakan perubahan
dalam konsep-konsep manajemen kelas, manajemen yang dianggap sebagai ilmu atau
lebih tepatnya melakukan penanganan masalah perilaku peserta didik. Penting
untuk membuat batasan konsep manajemen kelas yang cukup jelas berdampak pada
proses pembelajaran. Banyak peneliti percaya bahwa manajemen kelas sesuatu yang
berbeda dari mengendalikan perilaku peserta didik. Ada beberapa definisi
manajemen kelas yang diterima. Dalam mengelola kelas bukan erarti mengontrol
dan mempertahankan disiplin di ruang kelas, hukuman atau apakah itu berarti
mengikuti aturan yang memungkinkan guru untuk menjelaskan suatu pelajaran dan
mentransfer informasi ke peserta didik (Aldossari, Ali, T, Nared, 2013).
Star, 2005., mendefinisikan bahwa terminologi manajemen kelas yaitu prosedur,
strategi, atau pendekatan, dan teknik mengajar, yang digunakan untuk
mengarahkan perilaku dan kegiatan belajar peserta didik. Dalam memanajemen
kelas yang efektif, diperlukan lingkungan yang kondusif dalam proses
pembelajaran. Sehingga kegiatan guru yang terpenting dalam kelas adalah
mengelola, mengorganisasi, mengkoordinasi upaya kemampuan peserta didik dalam
menyelesaikan tujuan pendidikan. Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa
keberhasilan dalam proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari manajemen
kelas yang baik. Istilah dalam
manajemen kelas sering digunakan untuk menggambarkan kesiapan peserta didik
belajar dengan baik. Barbara L. Wilt (2005), mengatakan bahwa manajemen kelas suatu pengunaan tata-cara, untuk
memastikan sebuah lingkungan dapat mendukung proses pembelajaran dengan sukses.
Manajemen kelas tidak selalu mengenai bagaimana cara mengatur ruang kelas
dengan segala sarana dan prasarana yang ada, tetapi juga menyangkut kepribadian
antar pribadi yang ada di dalamnya. Manajemen kelas lebih ditekankan pada
bagaimana pribadi-pribadi dalam kelas dapat menjadi suatu komunitas yang penuh
dengan persaudaraan dan kekeluargaan.
Banyak sekali pengertian mengenai manajemen kelas menurut para ahli, salah
satunya adalah menurut Emmer (Davis dan Thomas, 1989) mendefinisikan bahwa
manajemen kelas merupakan seperangkat perilaku dan kegiatan guru yang diarahkan
untuk menarik perilaku peserta didik yang wajar, pantas, dan layak serta usaha
meminimalkan gangguan.
Doyle
(1987) mengatakan manajemen kelas lebih menunjukan pada tindakan dan strategi
guru yang digunakan untuk memperbaiki ketentraman di dalam ruangan kelas. Sementara
menurut Johnson & Bary (Pidarta,1980) menyatakan bahwa manajemen kelas
adalah proses memilih (seleksi) dan menggunakan alat-alat tepat terhadap
masalah dan situasi manajemen kelas. Gru bertugas menciptakan,memperbaiki, dan
memelihara sistem atau organisasi kelas. Keseluruhan
proses yang mencakup semua perilaku guru untuk mengatur peserta didik, waktu,
peralatan kelas, dan alat peraga merupakan pengertian manajemen kelas. Yang
paling penting utama dari tujuan proses ini adalah mendukung pengajaran yang efektif dari para peserta
didik,membuat pembelajaran menjadi lebih baik lagi, memberikan kesempatan yang
sama bagi peserta didik dan memberi mereka kesempatan untuk mengekspresikan
diri mereka,dan juga meningkatkan interaksi dengan guru dengan mempertimbangkan
individu, sosial, dan keadaan budaya (Mullikin, 1982).
Brophy
(Ali Tared Aldossari, 2013) percaya bahwa ada hubungan langsung antara manjemen
kelas yang efektif dengan kurikulm serta pembelajaran yang efektif. Dengan
cara ini, dia mendefinisikan manajemen kelas sebagai upaya yang diberikan guru
untuk menciptakan lingkungan pengajaran dan pembelajaran yang efektif. Ia
percaya bahwa mengendalika peilaku adalah satu bagian yang efektif dalam
memanajemen kelas dan itu dapat dicapai melalui perencanaan, kurikulum, dan
petunjuk yang baik. Manajemen kelas yang efektif menghasilkan keterlibatan
akademik yang lebih banyak dan meningkatkan kinerja (tes prestasi) yang lebih
tinggi. (Brophy, 1982)
Definisi
manajemen kelas (Everston dan Weinstein, 2006) adalah pengelolaan kelas
terhadap kegiatanyang di ambil oleh guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran
yang mendukung baik secara akademik dan sosio-emosional peserta didik yang
tergambarkan dalam lima jenis tindakan. Untuk meraih pengelolaan kelas
yang tinggi , guru harus :
1)
Mengembangkan kepedulian, hubungan
yang mendukung dengan para peserta didik. Jadi sebagai guru kita harus
mengembangkan kepedulian terhadap anak didik agar terjadi hubungan yang
harmonis di dalamnya.
2)
Guru harus mendorong mengatur dan
menerapkan pembelajaran dengan cara yang mengoptimalkan akses peserta didik
untuk belajar.
3)
Mendorong peserta didik dalam
mengerjkan tugas-tugas akademik
4)
Mempromosikan pengembangan
keterampilan sosial peserta didik guna membuat peserta didik agar bertanggung
jawab atas perilaku mereka , serta guru juga haru
5)
Menggunakan intervensi yang tepat
untuk membantu peserta didik dengan masalah prilaku.
Manajemen kelas berfokus pada cara memperbaiki
dan menetapkan sistem yang dapat meningkatkan kualitas kelompok kelas daripada
dengan cara menandainya dan menghukum perilaku buruk,memutuskan perangai yang
kacau atau menangkap perhatian seiap individu peserta didik. Dengan demikian,
dapat dikatakan bahwa manejemen kelas merupakan salah satu penerapan untuk
mencegah perilaku negatif yang ada pada peserta didik. Seperti mengganggu
teman-temannya,tidak mengerjakan tugas, dan berhubungan dengan hasil belajar
dan sikap peserta didik dalam belajar.
Manajemen kelas berhubungan dengan fungsi
kegiatan yaitu :
1)
Interaksi individu terhadap
tingkah laku kolektif/kelas.
2)
Menciptakan kondisi dan
mengarahkan usaha peserta didik untuk mencapai tujuan yang maksimal
3)
Mengintegrasikan kelompok sehingga
individu-individu menemukan kebutuhan mereka yang terbaik, dalam bekerjasama
untuk mencapai tujuan masing-masing.
Definis manajemen kelas sangatlah bervariasi, namun mereka tetap memiliki
kesamaan yakni : bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif
dan efektif dalam proses pembelajaran serta menghasilkan waktu yang tinggi
dalam berbagai tugas.
Konsep
manajemen kelas lebih luas daripada yang tersirat dalam istilah kuno seperti
disiplin atau " kontrol. Itu termasuk semua hal, seorang guru harus
melakukan dorongan terhadap peserta didik atas keterlibatan peserta diik dan
kegiatan keja sama di kelas dan membangun lingkungan belajar. Konsepnya sangat
luas bebagai kegiatan diantaranya seperti mengatur fisik pengaturan, membangun dan
memelihara prosedur kelas, memantau perilaku peserta didik yang berurusan
dengan perilaku menyimpang, membuat peserta didik bertanggung jawab dalam
bekerja, dan membuat peserta didik tetap fokus.
Maeve
Martin (1990), menjelaskan bahwa dalam karakteristik dari kelas yang dikelola
dengan baik di dukung oleh :
a. Tingkat
keterlibatan pelajar yang tinggi
b. Harapan
perilaku harus jelas yaitu guru dan peserta didik
c.
Tingkat gangguan minimal,
baung-buang waktu dan kebingungan
d.
Iklim yang berorientasi kerja tetapi menyenangkan dan santai
Manajemen kelas memberikan potensi untuk menciptakan dan memelihara
lingkungan kelas yang tidak hanya produktif tetapi aman dan peduli.
B.
Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan manajemen kelas menurut Wijaya dan Rusyan
(1994) adalah :
a.
Agar pembelajaran yang
dilaksanakan dapat dilakukan dengan maksimal
b.
Memantau kemajuan peserta didik
dalam pelajarannya dan memberi kemudahan terhadapnya. Melalui pengelolaan kelas
guru sapat memantau kemajuan atau perkembangan dari peserta didiknya.
c.
Memberikan kemudahan dalam
mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan di kalas demi memperbaiki
pengajaran di masa yang akan datang.
Manajemen kelas bertujuan untuk mendukung
pencapaian tujuan pendidika , oleh karena itu semuanya tergantung pada
bagaimana penerapan dan cara dalam mempraktekkan tujuan-tujuan yang di
tetapkan.
C.
Prinsip-Prinsip Manajemen
Kelas
Samer Rabadi, Betty Ray (2017) menggolongkan 5
prinsip dalam memanajemen kelas yaitu :
1) Mengambil diri
sendiri untuk mengambil pelajaran siswa. Siswa memerlukan guru yang sehat, jadi
cukup tidur, makan makanan yang sehat dan ambil langkah untuk mengrus
kesejahteraan diri sendiri.
2) Fokus dalam
membangun hubungan antara siswa dan guru, membangun hubungan antara siswa dan
guru adalah hal yang paling penting untuk budaya kelas yang berkembang.
Membangun suatu hubungan dengan siswa selalu menyediakan waktu untuk
berkomunikasi dengan siswa sebagai kelas atau satu persatu.
3) Siswa tidak akan berkembang di tengah-tengah kekacauan. Mereka
membutuhkan beberapa struktur dasar dan konsistensi oleh karena itu perlu
adanya aturan, batasan, dan harapan.
4) Mengambil kekuatan berbasis kekuatan, temukan cara yang paling
sulit menjadi kesayangan. Jika mereka salah cari perhatian maka cari tahu
mengapa mereka membutuhkan perhatian dan bagaimana kita dapat memberikan apa
yang mereka butuhkan di kelas atau lingkungan kelas.
5) Melibatkan
orangtua atau wali, kita tidak boleh lupa bahwa setiap siswa adalah anak dari
seseorang . Pastinya orangtua atau wali ingin mendengarkan dan melihat
kebaikan dalam diri anak mereka. Hubungan yang positif di rumah selalu dapat
membantu di kelas. Jika anak mereka dalam masalah sangat penting dalam
memanfaatkan komunikasi terhadap orangtua mereka agar bisa menemukan jalan
kembali anaknya ke kelas, penting bahwa orangtua terlibat dan tahu dengan apa
yangvterjadi terhadap anaknya sehingga mereka dapat mendukung anaknya kembali
dan memperkuat di rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar