Rabu, 26 Mei 2021

Manajemen Kelas

 

Nama              : Salsabila

Nim                 : 11901229

Kelas               : 4 C

Mata Kuliyah : Magang 1

 

MANAJEMEN KELAS

    A.            Pengertian Manajemen Kelas

Manajemen merupakan terjemahan dari kata “Pengelolaan”. Karena terbawa oleh derasnya arus penambahan kata pungut kedalam Bahasa Indonesia, maka istilah Inggris tersebut kemudian di Indonesiakan menjadi “Manajemen“. (Hadari Nawawi, 2000 :116) Arti dari manajemen adalah pengelolaan, penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan. Maka, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan atau manajemen adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien.

Sebelum kita membahas tentang manajemen kelas, alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa pengertian dari pada kelas itu sendiri. Didalam Didaktik terkandung suatu pengertian umum mengenai kelas, yaitu sekelompok siswa pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Sedangkan kelas menurut pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik dan pandangan dari segi siswa.

Disamping itu, Hadari Nawawi juga memandang kelas dari dua sudut, yakni :

a.       Kelas dalam pengertian tradisional, mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis masing-masing. Contoh nya di  Kelas dalam arti sempit : Ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar

b.      Kelas dalam arti luas: suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.

Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa kelas diartikan sebagai ruangan belajar atau kelompok belajar, yang dibatasi oleh empat dinding atau tempat peserta didik belajar, dan tingkatan. Ia juga dapat dipandang sebagai kegiatan belajar yang diberikan oleh guru dalam suatu tempat, ruangan, tingkat dan waktu tertentu.

Pada tahun 1960 merupakan perubahan dalam konsep-konsep manajemen kelas, manajemen yang dianggap sebagai ilmu atau lebih tepatnya melakukan penanganan masalah perilaku peserta didik. Penting untuk membuat batasan konsep manajemen kelas yang cukup jelas berdampak pada proses pembelajaran. Banyak peneliti percaya bahwa manajemen kelas sesuatu yang berbeda dari mengendalikan perilaku peserta didik. Ada beberapa definisi manajemen kelas yang diterima. Dalam mengelola kelas bukan erarti mengontrol Pada tahun 1960 merupakan perubahan dalam konsep-konsep manajemen kelas, manajemen yang dianggap sebagai ilmu atau lebih tepatnya melakukan penanganan masalah perilaku peserta didik. Penting untuk membuat batasan konsep manajemen kelas yang cukup jelas berdampak pada proses pembelajaran. Banyak peneliti percaya bahwa manajemen kelas sesuatu yang berbeda dari mengendalikan perilaku peserta didik. Ada beberapa definisi manajemen kelas yang diterima. Dalam mengelola kelas bukan erarti mengontrol dan mempertahankan disiplin di ruang kelas, hukuman atau apakah itu berarti mengikuti aturan yang memungkinkan guru untuk menjelaskan suatu pelajaran dan mentransfer informasi ke peserta didik (Aldossari, Ali, T, Nared, 2013).

Star, 2005., mendefinisikan bahwa terminologi manajemen kelas yaitu prosedur, strategi, atau pendekatan, dan teknik mengajar, yang digunakan untuk mengarahkan perilaku dan kegiatan belajar peserta didik. Dalam memanajemen kelas yang efektif, diperlukan lingkungan yang kondusif dalam proses pembelajaran. Sehingga kegiatan guru yang terpenting dalam kelas adalah mengelola, mengorganisasi, mengkoordinasi upaya kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan tujuan pendidikan. Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa keberhasilan dalam proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari manajemen kelas yang baik. Istilah dalam manajemen kelas sering digunakan untuk menggambarkan kesiapan peserta didik belajar dengan baik. Barbara L. Wilt (2005), mengatakan bahwa manajemen kelas suatu pengunaan tata-cara, untuk memastikan sebuah lingkungan dapat mendukung proses pembelajaran dengan sukses. Manajemen kelas tidak selalu mengenai bagaimana cara mengatur ruang kelas dengan segala sarana dan prasarana yang ada, tetapi juga menyangkut kepribadian antar pribadi yang ada di dalamnya. Manajemen kelas lebih ditekankan pada bagaimana pribadi-pribadi dalam kelas dapat menjadi suatu komunitas yang penuh dengan persaudaraan dan kekeluargaan.
Banyak sekali pengertian mengenai manajemen kelas menurut para ahli, salah satunya adalah menurut Emmer (Davis dan Thomas, 1989) mendefinisikan bahwa manajemen kelas merupakan seperangkat perilaku dan kegiatan guru yang diarahkan untuk menarik perilaku peserta didik yang wajar, pantas, dan layak serta usaha meminimalkan gangguan.

Doyle (1987) mengatakan manajemen kelas lebih menunjukan pada tindakan dan strategi guru yang digunakan untuk memperbaiki ketentraman di dalam ruangan kelas. Sementara menurut Johnson & Bary (Pidarta,1980) menyatakan bahwa manajemen kelas adalah proses memilih (seleksi) dan menggunakan alat-alat tepat terhadap masalah dan situasi manajemen kelas. Gru bertugas menciptakan,memperbaiki, dan memelihara sistem atau organisasi kelas. Keseluruhan proses yang mencakup semua perilaku guru untuk mengatur peserta didik, waktu, peralatan kelas, dan alat peraga merupakan pengertian manajemen kelas. Yang paling penting utama dari tujuan proses ini adalah mendukung pengajaran yang efektif dari para peserta didik,membuat pembelajaran menjadi lebih baik lagi, memberikan kesempatan yang sama bagi peserta didik dan memberi mereka kesempatan untuk mengekspresikan diri mereka,dan juga meningkatkan interaksi dengan guru dengan mempertimbangkan individu, sosial, dan keadaan budaya (Mullikin, 1982).

Brophy (Ali Tared Aldossari, 2013) percaya bahwa ada hubungan langsung antara manjemen kelas yang efektif dengan kurikulm serta pembelajaran yang efektif. Dengan cara ini, dia mendefinisikan manajemen kelas sebagai upaya yang diberikan guru untuk menciptakan lingkungan pengajaran dan pembelajaran yang efektif. Ia percaya bahwa mengendalika peilaku adalah satu bagian yang efektif dalam memanajemen kelas dan itu dapat dicapai melalui perencanaan, kurikulum, dan petunjuk yang baik. Manajemen kelas yang efektif menghasilkan keterlibatan akademik yang lebih banyak dan meningkatkan kinerja (tes prestasi) yang lebih tinggi. (Brophy, 1982)

Definisi manajemen kelas (Everston dan Weinstein, 2006) adalah pengelolaan kelas terhadap kegiatanyang di ambil oleh guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung baik secara akademik dan sosio-emosional peserta didik yang tergambarkan dalam lima jenis tindakan. Untuk meraih pengelolaan kelas yang tinggi , guru harus :

1)      Mengembangkan kepedulian, hubungan yang mendukung dengan para peserta didik. Jadi sebagai guru kita harus mengembangkan kepedulian terhadap anak didik agar terjadi hubungan yang harmonis di dalamnya.

2)      Guru harus mendorong mengatur dan menerapkan pembelajaran dengan cara yang mengoptimalkan akses peserta didik untuk belajar.

3)      Mendorong peserta didik dalam mengerjkan tugas-tugas akademik

4)      Mempromosikan pengembangan keterampilan sosial peserta didik guna membuat peserta didik agar bertanggung jawab atas perilaku mereka , serta guru juga haru

5)      Menggunakan intervensi yang tepat untuk membantu peserta didik dengan masalah prilaku.

Manajemen kelas berfokus pada cara memperbaiki dan menetapkan sistem yang dapat meningkatkan kualitas kelompok kelas daripada dengan cara menandainya dan menghukum perilaku buruk,memutuskan perangai yang kacau atau menangkap perhatian seiap individu peserta didik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa manejemen kelas merupakan salah satu penerapan untuk mencegah perilaku negatif yang ada pada peserta didik. Seperti mengganggu teman-temannya,tidak mengerjakan tugas, dan berhubungan dengan hasil belajar dan sikap peserta didik dalam belajar.

Manajemen kelas berhubungan dengan fungsi kegiatan yaitu :

1)      Interaksi individu terhadap tingkah laku kolektif/kelas.

2)      Menciptakan kondisi dan mengarahkan usaha peserta didik untuk mencapai tujuan yang maksimal

3)      Mengintegrasikan kelompok sehingga individu-individu menemukan kebutuhan mereka yang terbaik, dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan masing-masing.

Definis manajemen kelas sangatlah bervariasi, namun mereka tetap memiliki kesamaan yakni : bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan efektif dalam proses pembelajaran serta menghasilkan waktu yang tinggi dalam berbagai tugas.

Konsep manajemen kelas lebih luas daripada yang tersirat dalam istilah kuno seperti disiplin atau " kontrol. Itu termasuk semua hal, seorang guru harus melakukan dorongan terhadap peserta didik atas keterlibatan peserta diik dan kegiatan keja sama di kelas dan membangun lingkungan belajar. Konsepnya sangat luas bebagai kegiatan diantaranya seperti mengatur fisik pengaturan, membangun dan memelihara prosedur kelas, memantau perilaku peserta didik yang berurusan dengan perilaku menyimpang, membuat peserta didik bertanggung jawab dalam bekerja, dan membuat peserta didik tetap fokus.

Maeve Martin (1990), menjelaskan bahwa dalam karakteristik dari kelas yang dikelola dengan baik di dukung oleh :

a.       Tingkat keterlibatan pelajar yang tinggi

b.      Harapan perilaku harus jelas yaitu guru dan peserta didik

c.       Tingkat gangguan minimal, baung-buang waktu dan kebingungan

d.      Iklim yang berorientasi kerja tetapi menyenangkan dan santai

Manajemen kelas memberikan potensi untuk menciptakan dan memelihara lingkungan kelas yang tidak hanya produktif tetapi aman dan peduli.

     B.            Tujuan Manajemen Kelas

Tujuan manajemen kelas menurut Wijaya dan Rusyan (1994) adalah : 

a.       Agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat dilakukan dengan maksimal

b.      Memantau kemajuan peserta didik dalam pelajarannya dan memberi kemudahan terhadapnya. Melalui pengelolaan kelas guru sapat memantau kemajuan atau perkembangan dari peserta didiknya.

c.       Memberikan kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan di kalas demi memperbaiki pengajaran di masa yang akan datang.

Manajemen kelas bertujuan untuk mendukung pencapaian tujuan pendidika , oleh karena itu semuanya tergantung pada bagaimana penerapan dan cara dalam mempraktekkan tujuan-tujuan yang di tetapkan.

    C.            Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas

Samer Rabadi, Betty Ray (2017) menggolongkan 5 prinsip dalam memanajemen kelas yaitu : 

1)      Mengambil diri sendiri untuk mengambil pelajaran siswa. Siswa memerlukan guru yang sehat, jadi cukup tidur, makan makanan yang sehat dan ambil langkah untuk mengrus kesejahteraan diri sendiri.

2)      Fokus dalam membangun hubungan antara siswa dan guru, membangun hubungan antara siswa dan guru adalah hal yang  paling penting untuk budaya kelas yang berkembang. Membangun suatu hubungan dengan siswa selalu menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan siswa sebagai kelas atau satu persatu.

3)      Siswa tidak akan berkembang di tengah-tengah kekacauan. Mereka membutuhkan beberapa struktur dasar dan konsistensi oleh karena itu perlu adanya aturan, batasan, dan harapan.

4)      Mengambil kekuatan berbasis kekuatan, temukan cara yang paling sulit menjadi kesayangan. Jika mereka salah cari perhatian maka cari tahu mengapa mereka membutuhkan perhatian dan bagaimana kita dapat memberikan apa yang mereka butuhkan di kelas atau lingkungan kelas.

5)      Melibatkan orangtua atau wali, kita tidak boleh lupa bahwa setiap siswa adalah anak dari seseorang . Pastinya orangtua atau wali ingin mendengarkan dan melihat kebaikan dalam diri anak mereka. Hubungan yang positif di rumah selalu dapat membantu di kelas. Jika anak mereka dalam masalah sangat penting dalam memanfaatkan komunikasi terhadap orangtua mereka agar bisa menemukan jalan kembali anaknya ke kelas, penting bahwa orangtua terlibat dan tahu dengan apa yangvterjadi terhadap anaknya sehingga mereka dapat mendukung anaknya kembali dan memperkuat di rumah.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar