Nama :
Salsabila
Nim : 11901229
Kelas : PAI 4C
Mata Kuliyah : Magang 1
KARAKTERISTIK
PESERTA DIDIK
Sebelum kita menjadi seorang guru, seharusnya kita
mengetahui bagaimana karakter seorang peserta didik, karena
sangat penting bagi seorang guru mengetahui, mengenali
serta memahami setiap karakteristik peserta didik. Manfaat salah satu
ketika kita sudah mengenali karakter setiap peserta didik maka mudah membuat strategi yang akan di terapkan di dalam kelas. Yang
paling utama kita harus tahu apa pengertian dari
karakteristik, karakteristik peserta didik, bagaimana
mengetahui, mengenali serta memahami peserta didik?
Menurut Michael Novak karakter merupakan “campuran
kompatibel dari seluruh kebaikan yang diidentifikasi oleh tradisi religius,
cerita sastra, kaum bijaksana, dan kumpulan orang berakal sehat yang ada dalam
sejarah.”. Sementara itu, Masnur Muslichmenyatakan bahwa karakter
merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha
Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud
dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan
norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
A.
Pengertian Karakteristik
Peserta Didik
Karakteristik peserta didik merupakan mencerminkan
pola kelakuan dan kemampuan hasil dari
pembawaan dan lingkungan sosial sehingga menentukan pola dari
kegiatan aktivitas. Karakteristik Menurut Tadkiroatun Musfiroh, karakter
yang mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors),
motivasi (motivations), dan keterampilan (skills).
Dari menurut para ahli di atas dapat di simpulkan
bahwa Karakter seseorang anak sering dipengaruhi oleh orang yang berada di
lingkungan sekitar, maupun orang-orang yang dekat dengannya, sehingga sering
kali kita lihat anak kecil menirukan tingkah laku dari orang-orang yang dekat
dengannya contohnya orang tua, pengasuhnya atau teman bermain. tidak jarang
anak sering juga meniru tingkahlaku dari tokoh yang di tontonnya di televisi.
Tetapi karakter berbeda dengan kepribadian, seorang psikolog berpendapat bahwa karakter
berbeda dengan kepribadian. Seorang guru dalam proses perencanaan pembelajaran
perlu memahami tentang karakteristik serta kemampuan awal peserta didik. Analisis
kemampuan awal peserta didik merupakan kegiatan mengidentifikasi peserta didik
dari segi kebutuhan dan karakteristik.
Adapun menurut Atwi Suparman, 2001:123 mengatakan
bahwa Karakteristik peserta didik didefinisikan sebagaiciri dari kualitas
perorangan peserta didik yang ada pada umumnya yang meliputi antara lain
yakni kemampuan akademik, usia serta tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata
pelajaran, pengalaman, keterampilan, psikomotorik, kemampuan kerjasama peserta
didik, serta kemampuan sosial(berinteraksi di masyarakat).
Adapun Karakteristik peserta didik Ada dua
karakteristik peserta didik yang perlu dipahami oleh guru yakni:
1) Latar
belakang akademik
a.
Jumlah peserta didik
Seorang guru juga perlu mengetahui jumlah peserta
didik yang akan diajar. Bagaimana guru akan mengetahui jumlah peserta
didik di dalam kelas? Yakni dengan cara mengabsen setiap
peserta didik yang ada di kelas, dengan begitu guru lebih mudah untuk mengingat
jumlah serta memudahkan guru dalam memahami karakteristik peserta Didik. Pemahaman
guru terhadap jumlah peserta didik juga akan mempengaruhi persiapan guru
dalam menentukan materi, metode, media, serta waktu yang dibutuhkan, dan
evaluasi pembelajaran yang akan dilaksanakan. Untuk mengetahui jumlah
peserta didik maka guru dapat berkoordinasi dengan bagian akademik.
b.
Latar belakang peserta
didik
Latar belakang bisa di dapatkan oleh guru dengan cara
meminta biodata dari peserta didik.
c.
Indeks prestasi
Indeks prestasi bisa didapatkan dengan
cara diketahui oleh seorang guru, agar materi yang akan diberikan
sesuai dengan kemampuan:
·
Dapat disesuaikan dengan
tingkat prestasi yang mereka miliki.
·
Bahkan peserta didik yang
memiliki tingkat prestasi yang homogen dapat ditempatkan pada kelas yang
sama.
·
Guru juga bisa
mempertimbangkan tingkat keluasan dan kedalaman materi yang disampaikan dengan
prestasi yang dimiliki peserta didik.
d.
Tingkat intelegensi
Seorang guru juga harus memahami tingkat intelegensi
para peserta didik, karena dapat mengukur serta meprediksi :
·
Tingkat kemampuan peserta
didik dalam menerima materi pelajaran.
·
Mengukur tingkat kedalaman
dan keluasan materi pada peserta didik.
·
Bahkan dengan memahami
tingkat intelegensi peserta didik guru dapat menyusun materi, metode, media,
serta tingkat kesulitan evaluasi terhadap tingkat intelegensi peserta
didik.
e.
Keterampilan membaca
Peserta didik harus memiliki kecakapan, keterampilan
dalam membaca. Ketrampilan membaca adalah menyangkut tentang kemampuan
peserta didik dalam menyimpulkan secara tepat Apa yang mereka baca.
Untuk mengetahui tingkat ketrampilan membaca peserta didik
dapat dilakukan melalui tes membaca dan menyimpulkan bahan bacaan
dalam rentang waktu yang telah ditentukan.
f.
Nilai ujian
Nilai ujian peserta didik dapat di dapatkan melalui
kemampuan awal hingga akhir dari peserta didik melalui mata pelajaran yang di
ajari guru bersangkutan
g.
Kebiasaan belajar/ gaya
belajar
Guru juga harus memperhatikan kebiasaan dan gaya
belajar para peserta didik, agar memudahkan bagi guru untuk memulai proses
pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas. Proses pembelajaran
adalah memahami gaya belajar peserta didik atau disebut juga dengan
learning style. Gaya belajar ialah bisa di bilang
ciri khas belajar pada peserta didik. Dalam proses pembelajaran, dari
banyak para peserta didik yang ikut serta dalam belajar dari pelajaran
tertentu, diajar dengan menggunakan strategi yang sama, akan
tetapi mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Perbedaan ini
tidak hanya disebabkan oleh tingkat kecerdasan peserta didik yang
berbeda-beda, akan tetapi bisa ditentukan dengan cara belajar yang
dimiliki oleh tiap-tiap masing-masing peserta didik. Hal tersebut senada
dengan pendapat.
(Hisyam Zaini, 2002:45 mengatakan bahwa Seorang
peserta didik yang senang membaca, akan berbeda dengan peserta didik yang
jarang membaca. Lebih lanjut, gaya belajar atau learning style sering
diartikan sebagai karakteristik dan preferensi atau pilihan peserta didik
mengenai cara mengumpulkan informasi, menafsirkan,
mengorganisir, merespons, dan memikirkan informasi
tersebut. Keanekaragaman gaya belajar peserta didik perlu diketahui
oleh para guru pada awal belajar. Sehingga guru memiliki dasar dalam
menentukan pendekatan dan media pembelajaran sangat ditentukan oleh
kesesuaian antara pendekatan pembelajaran berdasarkan tingkat
perkembangan psikologi gaya pembelajaran dari peserta didik. Adapun
prinsip efektivitas pembelajaran adalah kesesuaian pendekatan mengajar
seorang guru dengan gaya belajar peserta didik.
h.
Minat belajar
Dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam memahami
karakter peserta didik. Hal ini dilakukan supaya guru dapat memprediksi
serta melihat tingkat antusias peserta didik terhadap pembelajaran
yang disampaikan. Oleh sebab itu guru perlu melakukan wawancara atau
pengisian angket, agar dapat merangkum seluruh penilaian yang mencerminkan
tentang minat peserta didik terhadap mata pelajaran yang akan
disampaikan.
i.
Harapan atau keinginan
peserta didik
Harapan atau keinginan peserta didik terhadap
mata pelajaran yang akan disajikan juga bisa dijadikan
sebagai patokan guru dalam memahami karakteristik peserta didik. Hal
tersebut bisa dilakukan dengan cara meminta kepada peserta didik untuk
menentukan pendapat tentang harapan peserta didik terhadap pelajaran yang akan
diberikan, dan membuat suasana proses belajar yang diinginkan, serta tujuan
yang diperoleh dari mata pelajaran tersebut.
j.
Lapangan kerja yang
diinginkan
Kemp, 1998: 131 mengatakan bahwa seorang guru
dapat memberikan bimbingan dan motivasi terhadap peserta didik dalam upaya
pencapaian cita-cita mereka yang diinginkan.
B.
Manfaat memahami karakter
anak didik
Banyak sekali manfaat yang di dapatkan oleh guru
maupun peserta didik. Salah satunya adalah guru dan peserta didik dapat saling
mengenal karakteristik satu dengan yang lain, peserta didik juga mendapatkan
perlakuan yang adil oleh guru, tidak ada yang namanya diskriminasi, merasakan
bimbingan yang sesuai, serta mendapat pelayanan prima. Adapun manfaat dari
mengenal serta memahami peserta didik adalah sebagai berikut:
1) Guru
dapat mengenal peserta didiknya
2) Guru
dapat memberikan perlakuan yang adil terhadap peserta didiknya, agar tidak ada
diskriminasi
3) Guru
dapat juga mengembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap diri peserta didik
yang berupa minat, bakat serta kegemarannya dan berusaha menekan potensi
negatif yang memungkinkan muncul dari karakter peserta didik yang tidak Baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar