Rabu, 23 Juni 2021

Karateristik Peserta Didik

Nama               : Salsabila
Nim                 : 11901229
Kelas               : PAI 4C
Mata Kuliyah  : Magang 1

 

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

Sebelum kita menjadi seorang guru, seharusnya kita mengetahui bagaimana karakter seorang peserta didik, karena sangat penting bagi seorang guru mengetahui, mengenali serta memahami setiap karakteristik peserta didik. Manfaat salah satu ketika kita sudah mengenali karakter setiap peserta didik maka mudah membuat strategi yang akan di terapkan di dalam kelas.  Yang paling utama kita harus tahu apa pengertian dari karakteristik, karakteristik peserta didik, bagaimana mengetahui, mengenali serta memahami peserta didik?

Menurut Michael Novak karakter merupakan “campuran kompatibel dari seluruh kebaikan yang diidentifikasi oleh tradisi religius, cerita sastra, kaum bijaksana, dan kumpulan orang berakal sehat yang ada dalam sejarah.”. Sementara itu, Masnur Muslichmenyatakan bahwa karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

    A.            Pengertian Karakteristik Peserta Didik 

Karakteristik peserta didik merupakan mencerminkan pola kelakuan dan kemampuan hasil dari pembawaan dan lingkungan sosial sehingga menentukan pola dari kegiatan aktivitas. Karakteristik Menurut Tadkiroatun Musfiroh, karakter yang mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills).

Dari menurut para ahli di atas dapat di simpulkan bahwa Karakter seseorang anak sering dipengaruhi oleh orang yang berada di lingkungan sekitar, maupun orang-orang yang dekat dengannya, sehingga sering kali kita lihat anak kecil menirukan tingkah laku dari orang-orang yang dekat dengannya contohnya orang tua, pengasuhnya atau teman bermain. tidak jarang anak sering juga meniru tingkahlaku dari tokoh yang di tontonnya di televisi. Tetapi karakter berbeda dengan kepribadian, seorang psikolog berpendapat bahwa karakter berbeda dengan kepribadian. Seorang guru dalam proses perencanaan pembelajaran perlu memahami tentang karakteristik serta kemampuan awal peserta didik. Analisis kemampuan awal peserta didik merupakan kegiatan mengidentifikasi peserta didik dari segi kebutuhan dan karakteristik. 

Adapun menurut Atwi Suparman, 2001:123 mengatakan bahwa Karakteristik peserta didik didefinisikan sebagaiciri dari kualitas perorangan peserta didik yang ada pada umumnya  yang meliputi antara lain yakni kemampuan akademik, usia serta tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman, keterampilan, psikomotorik, kemampuan kerjasama peserta didik, serta kemampuan sosial(berinteraksi di masyarakat).

Adapun Karakteristik peserta didik Ada dua karakteristik peserta didik yang perlu dipahami oleh guru yakni: 

1)      Latar belakang akademik 

a.       Jumlah peserta didik 

Seorang guru juga perlu mengetahui jumlah peserta didik yang akan diajar. Bagaimana guru akan mengetahui jumlah peserta didik di dalam kelas? Yakni dengan cara mengabsen setiap peserta didik yang ada di kelas, dengan begitu guru lebih mudah untuk mengingat jumlah serta memudahkan guru dalam memahami karakteristik peserta Didik. Pemahaman guru terhadap jumlah peserta didik juga akan mempengaruhi persiapan guru dalam menentukan materi, metode, media, serta waktu yang dibutuhkan, dan evaluasi pembelajaran yang akan dilaksanakan. Untuk mengetahui jumlah peserta didik maka guru dapat berkoordinasi dengan bagian akademik. 

b.       Latar belakang peserta didik 

Latar belakang bisa di dapatkan oleh guru dengan cara meminta biodata dari peserta didik.

c.       Indeks prestasi 

Indeks prestasi bisa didapatkan dengan cara diketahui oleh seorang guru, agar materi yang akan diberikan sesuai dengan kemampuan: 

·         Dapat disesuaikan dengan tingkat prestasi yang mereka miliki.

·         Bahkan peserta didik yang memiliki tingkat prestasi yang homogen dapat ditempatkan pada kelas yang sama. 

·         Guru juga bisa mempertimbangkan tingkat keluasan dan kedalaman materi yang disampaikan dengan prestasi yang dimiliki peserta didik. 

d.       Tingkat intelegensi 

Seorang guru juga harus memahami tingkat intelegensi para peserta didik, karena dapat mengukur serta meprediksi : 

·         Tingkat kemampuan peserta didik dalam menerima materi pelajaran. 

·         Mengukur tingkat kedalaman dan keluasan materi pada peserta didik. 

·         Bahkan dengan memahami tingkat intelegensi peserta didik guru dapat menyusun materi, metode, media, serta tingkat kesulitan evaluasi terhadap tingkat intelegensi peserta didik. 

e.       Keterampilan membaca 

Peserta didik harus memiliki kecakapan, keterampilan dalam membaca. Ketrampilan membaca adalah menyangkut tentang kemampuan peserta didik dalam menyimpulkan secara tepat Apa yang mereka baca. Untuk mengetahui tingkat ketrampilan membaca peserta didik dapat dilakukan melalui tes membaca dan menyimpulkan bahan bacaan dalam rentang waktu yang telah ditentukan. 

f.        Nilai ujian 

Nilai ujian peserta didik dapat di dapatkan melalui kemampuan awal hingga akhir dari peserta didik melalui mata pelajaran yang di ajari guru bersangkutan 

g.       Kebiasaan belajar/ gaya belajar 

Guru juga harus memperhatikan kebiasaan dan gaya belajar para peserta didik, agar memudahkan bagi guru untuk memulai proses pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas. Proses pembelajaran adalah memahami gaya belajar peserta didik atau disebut juga dengan learning style. Gaya belajar ialah bisa di bilang ciri khas belajar pada  peserta didik. Dalam proses pembelajaran, dari banyak para peserta didik yang ikut serta dalam belajar dari pelajaran tertentu, diajar dengan menggunakan strategi yang sama, akan tetapi mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Perbedaan ini tidak hanya disebabkan oleh tingkat kecerdasan peserta didik yang berbeda-beda, akan tetapi bisa ditentukan dengan cara belajar yang dimiliki oleh tiap-tiap masing-masing peserta didik. Hal tersebut senada dengan pendapat.

(Hisyam Zaini, 2002:45 mengatakan bahwa  Seorang peserta didik yang senang membaca, akan berbeda dengan peserta didik yang jarang membaca. Lebih lanjut, gaya belajar atau learning style sering diartikan sebagai karakteristik dan preferensi atau pilihan peserta didik mengenai cara mengumpulkan informasi, menafsirkan, mengorganisir, merespons, dan memikirkan informasi tersebut. Keanekaragaman gaya belajar peserta didik perlu diketahui oleh para guru pada awal belajar. Sehingga guru memiliki dasar dalam menentukan pendekatan dan media pembelajaran sangat ditentukan oleh kesesuaian antara pendekatan pembelajaran berdasarkan tingkat perkembangan psikologi gaya pembelajaran dari peserta didik. Adapun prinsip efektivitas pembelajaran adalah kesesuaian pendekatan mengajar seorang guru dengan gaya belajar peserta didik. 

h.       Minat belajar 

Dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam memahami karakter peserta didik. Hal ini dilakukan supaya guru dapat memprediksi serta melihat tingkat antusias peserta didik terhadap pembelajaran yang disampaikan. Oleh sebab itu guru perlu melakukan wawancara atau pengisian angket, agar dapat merangkum seluruh penilaian yang mencerminkan tentang minat peserta didik terhadap mata pelajaran yang akan disampaikan. 

i.        Harapan atau keinginan peserta didik 

Harapan atau keinginan peserta didik terhadap mata pelajaran yang akan disajikan  juga bisa dijadikan sebagai patokan guru dalam memahami karakteristik peserta didik. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara meminta kepada peserta didik untuk menentukan pendapat tentang harapan peserta didik terhadap pelajaran yang akan diberikan, dan membuat suasana proses belajar yang diinginkan, serta tujuan yang diperoleh dari mata pelajaran tersebut. 

j.        Lapangan kerja yang diinginkan 

Kemp, 1998: 131 mengatakan bahwa seorang guru dapat memberikan bimbingan dan motivasi terhadap peserta didik dalam upaya pencapaian cita-cita mereka yang diinginkan.

 

     B.            Manfaat memahami karakter anak didik

Banyak sekali manfaat yang di dapatkan oleh guru maupun peserta didik. Salah satunya adalah guru dan peserta didik dapat saling mengenal karakteristik satu dengan yang lain, peserta didik juga mendapatkan perlakuan yang adil oleh guru, tidak ada yang namanya diskriminasi, merasakan bimbingan yang sesuai, serta mendapat pelayanan prima. Adapun manfaat dari mengenal serta memahami peserta didik adalah sebagai berikut: 

1)      Guru dapat mengenal peserta didiknya

2)      Guru dapat memberikan perlakuan yang adil terhadap peserta didiknya, agar tidak ada diskriminasi

3)      Guru dapat juga mengembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap diri peserta didik yang berupa minat, bakat serta kegemarannya dan berusaha menekan potensi negatif yang memungkinkan muncul dari karakter peserta didik yang tidak Baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar