Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, sahabat blogger. Kembali lagi dengan saya Salsabila ^.^
Ok disini saya akan melihat kan kepada kalian tentang penulisan paragraf narasi. Silahkan pahami betul-betul ya.
"Kata Kunci"
Nama Tokoh : Salsa
Kata Benda : Boneka
Kata Sifat : Pemalu
Salsa adalah gadis lugu yang baru saja menyelesaikan masa putih abu-abu nya, dan sekarang akan menjalani masa perkuliyahan nya di IAIN Pontianak. Ia akan mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam dan Prodi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Prodi ini bisa dikatakan sangat banyak sekali peminatnya. Ia melanjutkan studi di IAIN Pontianak karena dulu orang tua nya pernah juga melanjutkan studi di IAIN Pontianak. Ia mengambil prodi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan jurusan Pendidikan Agama Islam atas usulan Ibu nya. Di kampus, ia dikenal sebagai gadis penuh keceriaan, ramah dan polos. Kepolosan nya itu terkadang sering di manfaatkan orang lain sehingga ia terkadang menjadi korban bully di kampus. Ia gampang sekali di bohongi oleh teman-teman nya di kelas. Saat dia merasa sedih, dia curhat kepada Allah dan sahabat nya.
Boneka biasa nya juga, salah satu tempat nya berkeluh kesah, sekali-kali dia berceloteh kepada boneka nya tentang pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dia biasanya berceloteh tentang tugas mata kuliyah tersebut dan keseruan saat dia masuk pada mata kuliyah Pendidikan Agama Islam. Katanya dia sangat menyukai jurusan tersebut, karena bagi nya selain menambah ilmu agama, ia juga berharap impian nya menjadi seorang guru tercapai, karena dia ingin seperti kedua orang tua nya yang berprofesi sebagai guru. Ia ingin seperi Ibu nya, yang mengajar pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, pelajaran yang sangat ia sukai waktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Pemalu adalah sisi negatif nya, karena sifat pemalu nya ia tampak tidak terlalu aktif, ia jarang sekali bertanya jika diadakan presentasi. Jika dia presentasi, muka nya berkeringat, dan nada bicaranya tidak terlalu jelas, dan dia pun jarang sekali menjawab pertanyaan dari teman-teman nya. Walaupun ia tau dengan jawaban nya, tetapi ia tidak mau menyampaikan dan menjelaskan nya. Ia sering sekali menyuruh teman nya untuk menjawab pertanyaan dengan jawaban yang ia ketahui tadi. Ia jarang sekali bergaul dengan teman sekelas nya. Jika teman nya ribut, ia memilih untuk diam. Karena sifat nya pemalu, ia pun tidak memiliki begitu banyak teman.
Itulah tadi penulisan paragraf narasi dari saya, saya ucapkan terimakasih kepada kalian, telah membaca blog saya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Rabu, 11 Desember 2019
Senin, 14 Oktober 2019
Resume skripsi
UPAYA GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA KECERDASAN SOSIAL SISWA MELALUI KOMPETENSI SOSIAL GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI NGABANG TAHUN 2017/2018
SKRIPSI
OLEH:
AINUN MARDIYAH
NIM:1141110023
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK) INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK 2019 M/1440 H
MOTTO
Pendidikan merupakan bekal yang paling baik untuk hari tua (Aristoteles)
Apabila anda berbuat baik kepada orang lain, maka anda telah berbuat baik kepada diri anda sendiri. (Benyamin Franklin)
ABSTRAK
AINUN MARDIYAH. Upaya Guru Akidah Akhlak Sosial Guru di Madrasah Aliyah Negeri Ngabang Tahun Pelajaran 2017/2018. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak 2018.
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa minimnya kopetensi sosial guru dalam membina kecerdasan sosial siswa, contohnya seperti guru tidak tegas dalam menindak lanjuti siswa yang bermasalah sehingga banyak siswa tidak menghormati gurunya. Seperti yang diketahui bahwa sekolah tersebut berbasis agama dan dilihat juga nilai hasil belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak mereka tergolong tinggi, akan tetapi hal ini bertolak belakang dengan kecerdasan sosial siswa, segarusnya nilai hasil belajar siswa haris sesuai dengan tingat kecerdasan sosial siswa.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Adapun penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Ngabang. Sumber data penelitian ini adalah guru Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Ngabang. Teknik pengumpulan data adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dengan alat pedoman wawancara, pedoman observasi dan handphone. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif sedangkan teknik kebasahan data yang digunakan adalah ketekunan pengamatan, triangulasi dan member check.
Berdasarkan hasil analisis yng dilakukan, maka peneliti menyimpulkan bahwa: 1) Kompetisi sosial Guru Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Ngabang Tahun Pelajaran 2017/2018. Dapat dikatakan kurang baik karena masih banyak indikator-indikator kompetensi sosial guru yang belum dipenuhi seperti sikap inkasif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif dan kurangnya komunikasi baik antar sesama guru tenaga pendidik maupun masyarakat. 2) Upaya Guru Akidah Akhlak dalam membina kecerdasan sosial siswa melalui kompetensi sosial guru di Madrasah Aliyah Negeri Ngabang Tahun Pelajaran (2017/2018). Belum ada upaya pembinaan kecerdasan sosial yang dilakukan secara khusus oleh guru Akidah Akhlak. Guru hanya memberikan pembinaan kecerdasan sosial pada saat memberikan materi pelajaran yang dikaitkan dengan kecerdasan sosial, jika materi tersebut tidak ada kaitannya dengan pembinaan kecerdasan sosial maka siswa tidak mendapatkan pembinaan kecerdasan sosial.
Kata kunci: kompetensi guru, kecerdasan sosial siswa
DAFTAR ISI
LEMBARAN PERSETUJUAN PEMBIMBING
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Fokus Penelitian
C. Tujuan Penelitian
D. Kompetensi sosial Guru Menurut UUD dan Mentri Pendidikan
E. Hakikat kecerdasan sosial siswa
F. Tugas dan Peran Guru dalam Membina Kecerdasan Sosial
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
A. Setting Penelitian
B. Sumber Data
C. Teknik Pengumpulan Data
D. Teknik Analisis Data
E. Teknik Pemeriksaan Keabsaan Data
BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Identitas Sekolah
2. Sejarah Berdirinya Sekolah
3. Data Siswa
4. Visi Misi Sekolah
B. Temuan Penelitian
C. Paparan Data
1. Bersikap inkusif, Bertindak Objektif, Serta Tidak Deskriminatif
2. Komunikasi Sesama Guru Tetangga Pendidikan, Orang tua Peserta Didik dan Masyarakat
3. Sikap Empati
4. Sikap Proposal
5. Kesadaran diri
6. Memahami situasi
D. Pembahasan
1. Kompetensi Sosial Guru
1. Kecerdasan Sosial Siswa
2. Upaya Guru Akidah Akhlak dalam membina kecerdasan sosial siswa melalui kompetensi Sosial Guru
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Fokus Penelitian
C. Tujuan Penelitian
D. Kompetensi sosial Guru Menurut UUD dan Mentri Pendidikan
E. Hakikat kecerdasan sosial siswa
F. Tugas dan Peran Guru dalam Membina Kecerdasan Sosial
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
A. Setting Penelitian
B. Sumber Data
C. Teknik Pengumpulan Data
D. Teknik Analisis Data
E. Teknik Pemeriksaan Keabsaan Data
BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Identitas Sekolah
2. Sejarah Berdirinya Sekolah
3. Data Siswa
4. Visi Misi Sekolah
B. Temuan Penelitian
C. Paparan Data
1. Bersikap inkusif, Bertindak Objektif, Serta Tidak Deskriminatif
2. Komunikasi Sesama Guru Tetangga Pendidikan, Orang tua Peserta Didik dan Masyarakat
3. Sikap Empati
4. Sikap Proposal
5. Kesadaran diri
6. Memahami situasi
D. Pembahasan
1. Kompetensi Sosial Guru
1. Kecerdasan Sosial Siswa
2. Upaya Guru Akidah Akhlak dalam membina kecerdasan sosial siswa melalui kompetensi Sosial Guru
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 kisi-kisi pedoman wawancara
Lampiran 2 pedoman observasi
Lampiran 3 pedoman wawancara Guru Akidah Akhlak
Lampiran 4 wawancara Guru PKn dan Al-Qur'an Hadits
Lampiran 5 pedoman wawancara siswa
Lampiran 6 Hasil wawancara Guru Akidah Akhlak
Lampiran 7 Hasil wawancara Guru PKn
Lampiran 8 Hasil wawancara Guru Al-Qur'an dan Hadits
Lampiran 9 Hasil wawancara siswa
Lampiran 10 Catatan Lapangan 1
Lampiran 11 Catatan Lapangan 2
Lampiran 12 Catatan Lapangan 3
Lampiran 13 Catatan Lampiran 4
Lampiran 14 Catatan Lampiran 5
Lampiran 15 surat keputusan seminar proposal
Lampiran 16 surat keputusan Bimbingan skripsi
Lampiran 17 surat keterangan izin penelitian
Lampiran 18 surat keterangan telah melakukan penelitian
Lampiran 19 surat keterangan ujian skripsi
Lampiran 20 Lembar Bimbingan
Lampiran 21 Dokumentasi
Lampiran 2 pedoman observasi
Lampiran 3 pedoman wawancara Guru Akidah Akhlak
Lampiran 4 wawancara Guru PKn dan Al-Qur'an Hadits
Lampiran 5 pedoman wawancara siswa
Lampiran 6 Hasil wawancara Guru Akidah Akhlak
Lampiran 7 Hasil wawancara Guru PKn
Lampiran 8 Hasil wawancara Guru Al-Qur'an dan Hadits
Lampiran 9 Hasil wawancara siswa
Lampiran 10 Catatan Lapangan 1
Lampiran 11 Catatan Lapangan 2
Lampiran 12 Catatan Lapangan 3
Lampiran 13 Catatan Lampiran 4
Lampiran 14 Catatan Lampiran 5
Lampiran 15 surat keputusan seminar proposal
Lampiran 16 surat keputusan Bimbingan skripsi
Lampiran 17 surat keterangan izin penelitian
Lampiran 18 surat keterangan telah melakukan penelitian
Lampiran 19 surat keterangan ujian skripsi
Lampiran 20 Lembar Bimbingan
Lampiran 21 Dokumentasi
A. Menurut Mohamad Mustari (2014:140) menyatakan bahwa kompetensi sosial memiliki standar kompetensi sosial, yaitu:
1. Bersikap Inkusif, objektif, tidak diskriminatif karna pertimbangan jenis kelamin, ras, agama, kondisi fisik dll
2. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
3. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya
4. Berkomunikasi dengan komunitas propesi diri sendiri dan propesi
B. Menurut trianto (2011:22) kompetensi sosial adalah kemampuan dalam membina dan mengembangkan interaksi sosial baik sebagai tenaga kerja profesional maupun masyarakat
C. Menurut Syaiful Bahri Djamara (2000:2) pada hakikatnya guru dan peserta didik itu bersatu, mereka satu dalam satu jiwa, terpisah dalam raga.
D. Soetjipto dan Raflis Kosasi (2004:42) guru adalah pendidikan profesional yang memiliki citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan bagi masyarakat
E. Kunandar (2007:54) guru adalah pendidik yang bertugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal
F. Ana Rosiana (2008:3) guru adalah orang yang kerjanya mengajar atau memberikan pelajaran di sekolah/kelas
G. Supardi. ddk (2007:52)menyatakan guru harus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak didiknya. Dengan begitu anak didik yang diajar agar mempunyai sifat kesetiakawanan sosial
H. Ahmad maulana (2014:136)kompetensi sosial adalah suatu kemampuan yang diharapkan dapat mempertahankan hubungan positif yang efektif agar keinginan kedua belah pihak tercapai
I. Nasehudin (2015:1)kecerdasan sosial mencakup sikap empati,prososial, kesadaran diri dan memahami situasi sosial
J. Sugiyono (2013:329) dokumentasi ini digunakan untuk mendapatkan data-data penting
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Maulana 2014 hubungan kompetensi sosial guru dengan kinerja guru .Jurnal (vol 2, No 2, 2014:136)
Ana Rosiana 2008 profesionalis ke guruan. Pontianak:STAINPontianak press
kunandar 2007 Guru profesionalis. Jakarta. Raja Grafindo persada
Mohamad Mustari 2014 manajemen pendidikan Jakarta: Raja Grafindo
Soetjipto dan raflis kosasi 2004 profesi keguruan Jakarta: Rineka cipta
Sugiyono 2013 metode penelitian pendidikan Bandung: Alfabeta
Supardi,dkk 2008 profesi keguruan Jakarta: Diadit Media
Syaiful Bahri Djamarah 2000 Guru dan Anak Didik Indonesia: Rineka cipta
Nasehudin 2015 pengembangan kecerdasan sosial dalam proses pendidikan. Jurnal (vol 4, No 2 tahun 2015)
Trianto 2011 pengantar penelitian pendidikan bagi pengembangan profesi pendidikan dan tenaga kependidikan Jakarta: Prenada Media
Rabu, 09 Oktober 2019
Tugas Observasi
Tugas Obeservasi prinsip dan penggunaan EYD/PEUBI pada kain rentang/spanduk, papan nama, banner, poster, stiker dll.
1.
1.
Alamat/tempat pengambilan foto : Jalan Wonoyoso, gang 4
Waktu : 08:15 PM
Analisis : Pada bagian kata "Property" seharus nya adalah "Properti"
Sumber : Buku EYD
2.
Alamat/tempat pengambilan foto : Jalan Kota Baru
Waktu : 07:49 PM
Analisis : Pada bagian kata "Aqiqa" itu sebenar nya harus di tulis "Aqiqah"
Sumber : Buku EYD
3.
Alamat/tempat pengambilan foto : Kampus UNTAN
Waktu : 03:04 PM
Analisis : Pada bagian yang bertanda biru, kata "pendidikan" seharus nya menjadi "Pendidikan"
Sumber : Buku EYD
4.
Alamat/tempat pengambilan foto : TK Mujahidin
Waktu : 08:34 AM
Analisis : Pada bagian yang berkolom merah, seharus nya tidak lagi ditulis. Karena di deskripsi sudah ada keterangan nya.
Sumber : Buku EYD
5.
Alamat/tempat pengambilan foto : Jalan Wonoyoso, gang 4
Waktu : 08:15 PM
Analisis : Pada kalimat "Ngadat", seharus nya tersumbat
Sumber : Buku EYD
6.
Alamat/tempat pengambilan foto : Jalan Kota Baru
Waktu : 07:49 PM
Analisis : Pada kalimat Angrrek, seharus nya adalah Anggrek. Dan kontes tan menjadi kontestan
Sumber : Buku EYD
7.
Alamat/tempat pengambilan foto : Jalan Jendral Ahmad Yani
Waktu : 11:05 AM
Analisis : Pada kalimat LB/LT itu seharus nya tidak di singkat, karena orang awam belum tentu mengetahui singkatan itu
Sumber : Buku EYD
8.
Alamat/tempat pengambilan foto : TK Mujahidin
Waktu : 08:34 AM
Analisis : Pada kalimat souvenir itu salah, karena tidak baku, kalimat yang benar adalah suvenir
Sumber : Buku EYD
9.
Alamat/tempat pengambilan foto : Jalan Jendral Ahmad Yani
Waktu : 10:55
Analisis : Pada kalimat DI, seharusnya I nya kecil. Dan pada kalimat MenyImpan, seharusnya I nya kecil
Sumber : Buku EYD
10.
Alamat/tempat pengambilan foto :
Waktu : 07:49 PM
Analisis : Pada kalimat Angrrek, seharus nya adalah Anggrek. Dan kontes tan menjadi kontestan
Sumber : Buku EYD
Rabu, 25 September 2019
Pengalaman bahasa
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Hai teman blogger, perkenal kan nama saya Salsabila. Hari ini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya pertama kali mengenal bahasa jepang.
Mungkin kalian sudah tidak asing lagi mendengar negara jepang ya kan ^^.
Awal mula saya mendengar bahasa jepang, saat saya duduk di bangku SMA, kelas 11. Saat itu saya tidak sengaja meminjam ponsel salah satu teman saya yang menyukai anime, anime adalah tontonan animasi jepang yang bergambar 2D. Saat itu saya seakan masuk dalam cerita tersebut. Dan sejak saat itu, saya banyak mengoleksi banyak vidio anime. Saat menonton anime, saya juga menghapal di setiap kalimat yang menurut saya mudah. Dan saya mencari di google kalimat lain, seperti bahasa jepang angka, keluarga, dan lain-lain. Untuk mempermudah saya menghapal kalimat tersebut, saya menyebutkan nya dalam keseharian saya. Ada banyak teman saya yang bisa berbahasa jepang, dan saya belajar dari mereka sedikit demi sedikit. Bukan hanya itu, jika teman saya lebih hebat dalam bahasa jepang. Saya merasa mangkin ingin mendalami bahasa jepang, karena saya merasa tersaingi. Inilah cerita saya, tentang pengalaman saya pertama kali mengenal bahasa jepang. Terimakasih sudah membaca^^, Wassalam.
Mungkin kalian sudah tidak asing lagi mendengar negara jepang ya kan ^^.
Awal mula saya mendengar bahasa jepang, saat saya duduk di bangku SMA, kelas 11. Saat itu saya tidak sengaja meminjam ponsel salah satu teman saya yang menyukai anime, anime adalah tontonan animasi jepang yang bergambar 2D. Saat itu saya seakan masuk dalam cerita tersebut. Dan sejak saat itu, saya banyak mengoleksi banyak vidio anime. Saat menonton anime, saya juga menghapal di setiap kalimat yang menurut saya mudah. Dan saya mencari di google kalimat lain, seperti bahasa jepang angka, keluarga, dan lain-lain. Untuk mempermudah saya menghapal kalimat tersebut, saya menyebutkan nya dalam keseharian saya. Ada banyak teman saya yang bisa berbahasa jepang, dan saya belajar dari mereka sedikit demi sedikit. Bukan hanya itu, jika teman saya lebih hebat dalam bahasa jepang. Saya merasa mangkin ingin mendalami bahasa jepang, karena saya merasa tersaingi. Inilah cerita saya, tentang pengalaman saya pertama kali mengenal bahasa jepang. Terimakasih sudah membaca^^, Wassalam.
Langganan:
Postingan (Atom)




















